Senarai Kisah Tokoh Berprestasi
Suara Merdeka, Senin 2 September 1996
Belajar dari Sisi Kehidupan Tokoh
Judul Buku: Senarai Kisah Tokoh Berprestasi
Penyunting Naskah: Amir Machmud NS, Ghufron Hasyim, Saefudin Bonglin
Penyunting Bahasa: Tavifrudi Y
Penerbit: Mimbar Media Utama Semarang
Tahun: 1996
Tebal: IV + 170 halaman + 4 halaman ekstra
BUKAN kali pertama ini, buku tentang tokoh-tokoh berprestasi di Semarang-DIY diterbitkan. Sebelumnya, pernah terbit buku serupa, yakni Orang-orang Pilihan yang dieditori Tavifrudi Y. Dan kali ini, Penerbit Mimbar memberinya titel Senarai Kisah Tokoh Berprestasi. Karena buku ini disebut sebagai edisi kesatu, maka nanti akan diikuti dengan edisi-edisi berikutnya. Semacam terbitan berseri.
Buku yang disunting Amir Machmud NS, Ghufron Hasyim, dan Saefudin Bonglin ini—yang nota bene bukan orang asing di dunia pers, karena ketiganya wartawan Suara Merdeka—dan diperkuat penyunting bahasa Tavifrudi Y, yang juga editor bahasa di harian terbitan Semarang itu, menjadikan buku ini dari segi redaksional memiliki keunggulan komparatif, yaitu enak dibaca dan mudah dicerna.
Sebagian besar tokoh berprestasi yang ditulis dalam buku ini pernah dimuat dalam rubrik “Kehidupan” Suara Merdeka edisi Minggu, sehingga gaya penulisannya pun sama dengan gaya penulisan koran. Dengan kata lain, bahasa yang dipakai pun adalah bahasa jurnalistik, yaitu ilmiah populer.
Tinta Emas
Kalau kita berbicara tentang orang-orang berprestasi yang gagasan dan tindakannya bisa kita jadikan teladan, bukan berarti kita menafikkan kekurangan-kekurangan orang-orang berprestasi itu. Mereka juga manusia yang punya kekurangan.
Tetapi, bukankah hal-hal yang kurang pun patut untuk diteladani. Sedangkan hal-hal yang baik, yang bisa diteladani, tidak ada salahnya untuk ditulis dengan “tinta emas”. Walau mereka disebut orang-orang berprestasi ini mungkin tidak menganggap dirinya lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Karena mereka menyadari, masih banyak tokoh lain yang tak kalah berprestasi, yang belum tercover di dalam buku ini.
Hal itu pun juga diakui oleh Penerbit Mimbar. Dalam kata pengantarnya, seperti ditulis, banyak keterbatasan yang memaksa Mimbar baru bisa menampilkan sejumlah tokoh sukses saja di antara ratusan, bahkan ribuan, yang sebenarnya memenuhi persyaratan untuk ditampilkan, dan bisa dijadikan referensi hidup mengenai kehidupan yang sukses dan penuh keteladanan.
Memang tidak salah juga bila ada yang beranggapan, teramat muskil kita mengetahui “luar-dalam” seseorang tokoh yang ada dalam buku ini, untuk kemudian bisa belajar meneladani hidupnya, dengan hanya membaca beberapa lembar tulisan mengenai dirinya.
Memang, bila itu dianggap suatu kelemahan, boleh jadi anggapan tersebut tidak salah. Memang, buku ini bukan merupakan buku autobiografi atau sebuah memoar. Buku ini lebih tepat merupakan kumpulan tulisan atas sisi-sisi kehidupan dari tokoh-tokoh yang diprofilkan. Sekali lagi, dari sisi-sisi kehidupan tertentu, bukan seluruhnya.
Namun, dengan membaca buku berisi 24 tokoh ini, diharapkan sisi-sisi kehidupan tertentu tersebut dapat mengungkap tabir nilai-nilai hidup, sehingga kita bisa belajar memahami mereka sebagai manusia dengan pertanyaan-pertanyaan, bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka mengembangkan diri, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat.
Kiat-Kiat Tokoh
Melalui buku ini, kita bisa membaca kisah jatuh-bangun seseorang menghadapi kehidupan, yang secara implisit menggambarkan betapa penting berjuang untuk bisa survive. Juga bagaimana seseorang menerapkan prinsip-prinsip dan filsafat hidupnya secara konsisten, dalam perjuangan mengarungi bahtera kehidupan.
Bagaimana seseorang mengelola kehidupan rumah tangga, sehingga keharmonisannya selalu tercipta. Bagaimana seseorang mendorong anak-anaknya tumbuh dalam suasana demokratis dengan pikiran-pikiran maju ke depan. Bagaimana seseorang memegang secara konsisten dasar-dasar keagamaan sebagai bagian dari keinginan menciptakan nuansa kehidupan khalifatu fil ardhi, di dalam pengabdiannya kepada Allah dan masyarakat (hlm III).
Singkatnya, buku ini bercerita tidak hanya pengalaman pribadi, melainkan juga mencakup pandangan tokoh tentang berbagai hal, seperti pendidikan, anak, keluarga, dan sikap tokoh dalam menghadapi kehidupan.
Tokoh-tokoh yang ditampilkan pun, beragam latar belakang kehidupannya. Sehingga seperti pernah dikatakan penyunting bahasa buku ini, Tavifrudi Y, melalui buku ini banyak hal penting dari tokoh-tokoh tersebut yang semula hanya diketahui samar-samar, kadang-kadang bisa dijelaskan oleh cerita kecil seorang tokoh besar yang menuliskan pengalamannya.
Karena itu, bukan suatu berlebihan untuk berharap bahwa setelah membaca buku ini, pembaca bisa turut mengetahui, mengkaji, dan mengambil penggalan pengalaman mereka yang bisa saja menjadi teladan kita dalam mengarungi samudera kehidupan ini.
Buku ini menampilkan tokoh-tokoh sebagai berikut: Slamet Haryanto BA (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng), Drs Karseno (mantan Kepala Dinas P & K Jateng), H Abdullah Machrus (pengusaha batik), Drs Soetedjo Yuwono (Kepala Kanwil BKKBN Jateng), Ali Poerwo Oetomo (Direktur PT Teknik Umum), Ir Djatmiko Waloedjono (Konsultan Taman Mini Jateng “Puri Maerokoco” dan pegawai Kandep Depdikbud Kodya Semarang), Ir. Eddi Soebiartoro (anggota Komisi D DPRD Jateng), Ir Hadi Pranoto (Kepala Proyek Perumnas Pucang Gading Semarang dan salah seorang Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Semarang), Kunto Harjono (Direktur PT Pondok Solo Permai dan PT Benteng Perkasa Utama), Koeswintoro (Dirut CV Grafika Grup), Harmoyo Soemarjo (Manajer Hotel Bandungan Indah), dan sebagainya. (Handayani, mahasiswi Stikubank Semarang).