SOFT LAUNCHING BUKU: Nano kembali menampilkan kepiawaian memainkan saksofon, dalam soft launching buku karyanya, Lead with Courage, di Marabunta Resto, Kota Lama, Senin (31/7). SM/Tavifrudi

SEMARANG – Menjadi pemimpin membutuhkan tiga unsur, yakni seni, inovasi, dan nyali. Ketiga hal itu bisa diperoleh dengan mengadopsi musik jazz yang melahirkan genre kepemimpinan jazz.

Hal itu dikemukakan Guru Marketing Hermawan Kartajaya saat memberikan komentar atas buku  Lead with Courage  karya Supriyatno, Dirut Bank Jateng, pada acara soft launching Senin (31/7) malam.

“Saya tidak terlalu mendalami musik, berbeda dari Pak Nano, panggilan akrab Supriyatno, yang memang juga musikus. Tetapi, saya sepaham dengan isi buku ini.  Kepemimpinan yang mengadopsi esensi musik jazz sejalan dan selaras dengan konsep CIEL yang selama saya kembangkan,’’ tuturnya.

“Apa itu CIEL? CIEL adalah creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership. Pada zaman  dengan kemungkinan tidak terbatas ini, keempat unsur itulah yang memberi dasar survival dan keberhasilan,” paparnya.

Unsur CIE itu, kata Founder dan Chairman MarkPlus Inc itu, bisa didapatkan dari seni. Secara khusus dengan musik jazz, keterampilan berimprovisasi menjadi sangat terasah. “Satu hal yang sangat dibutuhkan pada saat ini,” tegas Hermawan.

 Power Improvisasi 

Penerbitan buku itu juga membuat Hermawan semakin ingin mewujudkan keinginannya bertandang ke New Orleans, Amerika Serikat, kota yang dikenal sebagai kota kelahiran jazz dan sepanjang masa menjadi kota jazz. “Ini penting karena paparan dalam buku ini mengenai kepemimpinan jazz sangat menarik. Dan, saya perlu menimba langsung dari sumber kota jazz dunia, yaitu New Orleans,” ujarnya.

Soft Launching buku  Lead with Courage  yang diterbitkan kerja sama Bank Jateng dan Penerbit Mimbar Media Utama, di Marabunta Resto, Kota Lama, berlangsung sangat intim. Tema dan alunan musik jazz memenuhi aroma ruangan legendaris itu. Hadir pada acara itu, penulis buku Supriyatno, para mantan direktur utama Bank Jateng Kamsuri, Waloeyo, dan Hariyono, serta jajaran direksi.

Nano kembali menampilkan kepiawaian memainkan saksofon. Dua lagu berturut-turut dihidangkan, yaitu “Nothing’s Gonna Change My Love For You”

dan “Chega De Saudade (No More Blues)”, untuk mengawali ulasan Hermawan. Improvisasi nada-nada tinggi membuktikan Nano tidak hanya piawai, tetapi juga sangat energik dan memiliki power menguasai tiupan saksofon. Kebetulan, malam itu juga bertepatan dengan syukuran ulang tahun ke-68 doktor lulusan UGM itu.

Menguasai improvisasi dan ritme, itulah semangat jazz yang sangat penting dalam kepemimpinan. Selainn itu, juga diramaikan dengan performance bareng Vina Panduwinata yang membawakan lagu “Aku Makin Cinta”. (vif).