Istri Bupati Tonjolkan Profesionalisme Wanita
KORAN SINDO. SABTU 30 DESEMBER 2006
MENGENAL 22 WANITA BERPRESTASI JATENG 2006 (Ke-3-HABIS)
Istri Bupati Tonjolkan Profesionalisme Wanita
Makna ibu berhubungan dengan sifat-sifat keibuan, tak lagi faktor kelembagaan keluarga. Dengan begitu, seorang ibu bisa jadi seorang wanita yang memilih tak bersuami. Namun mampu memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak. PEKERJAAN dan keluarga, mana yang harus diutamakan?

WAJAH WANITA BERPRESTASI: Inilah wajah wanita-wanita berprestasi tingkat Jateng 2006.
Bagi Azza Dina Jamal Ghozi, keluarga paling diutamakan. Meski disibukkan pekerjaannya sebagai desain interior, ibu dua anak ini tetap tidak melupakan tugasnya sebagai rumah tangga. “Saya sangat mengetahui peran sebagai ibu dan seorang istri. Bagaimanapun saya merupakan seorang ibu rumah tangga sehingga wajib memperhatikan keluarga meski disibukkan urusan pekerjaan kantor,” jelas Dina yang memiliki perusahaan tekstil di Kota Pekalongan. Dina adalah pebisnis yang pernah memperoleh penghargaan yaitu juara I lomba interior pantry atau dapur di Indonesia (1995).
Sementara bagi Balgis Diab, pengusaha batik, kesuksesan wanita sekarang ini justru karena ketidakmampuannya bersaing dengan pengusaha batik kodian yang diproduksi massal. Balgis mengaku memilih bisnis batik karena lingkungan di Pekalongan sebagai sentra batik. Berbagai penghargaan pernah diperolehnya, seperti juara I penataan stan terbaik Mega Jateng Expo 2006 kategori umum/swasta usaha kecil.
Sedangkan Rukoyah, wanita pengusaha lainnya, mengatakan bahwa kesuksesan itu tidak terletak pada kesuksesan itu sendiri, namun pada proses dalam mencapainya. Wanita kelahiran Tegal, 28 Oktober 1948 ini memulai kesuksesan dari petani padi, kemudian berjualan dan mengelola pabrik es lilin, rice mill, hingga akhirnya menjadi pengusaha bus AKAP dan busway. “Dewi Sri”, armada bus AKAP adalah satu di antara usahanya. “Usaha ini saya rintis sejak tahun 1992. Mulai dari mikrobus jurusan Tegal-Losari,” ujarnya. Perusahaannya kini memiliki lebih dari 100 bus ditambah 100 feeder (bus penghubung busway) yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta.
Lain dengan Rina Budhiarini. Istri Bupati Kudus HM Tamzil itu lebih menunjukkan profesionalisme seorang wanita. Baginya, semua hal memang perlu diperjuangkan. Dan segalanya, kata Rina, harus dilakukan secara profesional sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dibanggakan. “Saya akan selalu mendukung semua yang menjadi tugas dan cita-cita suami,” ungkap Rina yang pernah juara II Lomba Keluarga Sakinah tingkat Jateng. “Saya juga berusaha menjadi ibu dan istri yang baik bagi keluarga,” imbuhnya. (ahmad antoni)