Dari Kepemimpinan Bupati hingga Ahli Buka Aura
Koran Sindo, Kamis 28 Desember 2006
MENGENAL 22 WANITA BERPRESTASI JATENG 2006 (1)
Dari Kepemimpinan Bupati hingga Ahli Buka Aura

SERAHKAN BUKU: Ny Effi Mardiyanto saat menyerahkan buku Senarai Kisah Wanita Berprestasi Jateng kepada Doktor Lisdiana.
MOMEN peringatan Hari Ibu di Kota Semarang juga ditandai dengan diterbitkannya buku “Senarai Kisah Wanita Berprestasi Jateng 2006”, pada akhir pekan lalu. Ada 22 nama wanita yang tercatat dalam buku terbitan Mimbar Media Utama ini. Siapa saja mereka?
ISTRI Gubernur Jateng, Ny Effi Mardiyanto, menyampaikan apresiasinya dengan diterbitkannya buku Senarai Kisah Wanita Berprestasi Jateng 2006. Menurut dia, terlepas dari kriteria kaum perempuan “berprestasi”, paling tidak menunjukkan betapa penting kedudukan kaum perempuan dalam setiap derap langkah kehidupan.
Dia berharap buku ini tak hanya dibaca oleh kaum perempuan, tapi juga kaum lelaki sehingga bisa memperkecil kesenjangan gender.
Buku ini tak hanya sekadar profil, tapi juga mengungkapkan pandangan mereka tentang keluarga, karier, dan sikap dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Ke-22 wanita berprestasi Jateng versi Mimbar masing-masing adalah Doktor Lisdiana MSI, dosen FMIPA Unnes Sekaran, Gunungpati, Semarang. Dia merupakan pemerhati masalah sosial di bidang narkoba. Pemberantasan terhadap obat-obatan terlarang, dia dedikasikan lewat sebuah lembaga khusus yang menangani masalah sosial. Salah satu prestasi wanita kelahiran Pekalongan 19 November 1959 ini adalah pernah menjadi delegasi peserta khusus pada International Conference of Faith Based Organization/Islamic Scholars on Drug Policies and Strategies pada 27 Februari-1 Maret 2006. Kemudian nama Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Rina tak hanya berkancah di dunia politik, tapi juga seniman dan pendidik. Berbagai penghargaan telah diraihnya dari berbagai bidang, seperti The ASEAN Award on Youth Development tahun 2004, dan terakhir mendapat Award HKSN 2006 dari Menteri Pariwisata.
Selanjutnya nama Ida Ardiyantari, direktur yang mengelola tiga perusahaan yakni PT Bramasta Jaya, CV Artha Mulya Sejahtera, dan CV Utama Jaya. “Para wanita karier yang sukses perlu tetap menghargai suami dan mengutamakan keluarga,” pesan Ida.
Ada nama Dyah Peldawati Maulana, pemilik salon Peni Rukmo yang juga anggota Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati) ini, tercatat dalam rekor Muri dengan memecahkan rekor cunduk mentul tertinggi tahun 2003. Pada 2006, dia juga membuat rekor Muri berupa dekorasi pelaminan dari batok kelapa terbanyak dan membuat kebaya dari kulit bawang putih. (ahmad antoni)