Chusnul Hayati
Mimbar Media Utama dan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation
246 halaman
-
Sinopsis:
Sejarah petani sering hilang dari perputaran historiografi Indonesia. Seperti apa yang pernah diutarakan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, sejarah petani baru memperlihatkan bentuknya sekitar awal abad ke-19.
Pola kehidupan petani muncul ke permukaan seiring pergerakan sosial dan perubahan sosial masyarakat pedesaan sejak culturstelsel, tahun 1930. Buku ini merupakan tesis S2 dari Chusnul Hayati.
Tema yang diangkatnya sangat menarik, yaitu Peristiwa Cimareme 1919: Perlawanan H. Hasan terhadap Peraturan Pembelian Padi. H. Hasan sendiri adalah juragan pemilik sawah di desa Cimareme, kabupaten Garut, artinya dia termasuk golongan petani tingkat atas.
Dalam buku ini Chusnul Hayati tidak hanya menyoroti bentuk-bentuk perlawanan H. Hasan, tetapi juga berusaha mengungkap ideologi perlawanan perang sabil, serta hubungannya dengan gerakan rahasia Sarekat Islam.