Ananto Pradono
Mimbar Media Utama
186 + xvii
14,8 x 21 cm
Sinopsis:
Di salah satu lemari penyimpan koleksi Museum Manchester United, terpigura sebuah foto wajah dan kostum bertuliskan satu kata dalam bahasa Prancis: dieu. Prancis merupakan asal sang pemilik kaus. Kata di bagian belakang kostum itu bisa diartikan dewa, yang seakan-akan menggambarkan bagaimana ‘’cinta’’ sepak bola kepada pemain itu. Dia adalah penyerang Manchester United, Eric Cantona, yang di akhir kariernya mendapat kehormatan menjadi kapten kesebelasan. Cantona dikenal bengal dan pernah menyatakan pensiun dini. Tetapi, dia dicarikan jalan untuk terus bermain, dengan meninggalkan negeri kelahirannya dan akhirnya menghadirkan karisma di Old Trafford.
Permenungan terhadap artefak-artefak dalam kunjungan di klub-klub utama Liga Primer menjadi fokus buku ini. Di tanah leluhur sepak bola itu, berbagai subsistem bertaut membentuk industri sepak bola. Pertautannya memunculkan kompetisi yang menghadirkan beragam kisah.
Berbagai referensi pun dirujuk, supaya kisah perjalanan terangkai menjadi sebuah catatan terhadap perkembangan profesionalime persepakbolaan di Inggris dan dinamika dalam kompetisinya. Perjalanannya sendiri dimaknai sebagai perziarahan, karena tidak semata-semata sebuah kunjungan. Sekecil apa pun, nuansa prosesi berusaha dilakukan karena didorong niat menapaki jejak-jejak pembentuk fondasi klub, berbagai relasi yang terjadi di dalamnya, dan apresiasi terhadap figur-figur istimewa.
Persepakbolaan Inggris telah menjadi magnet yang menarik Ananto Pradono untuk berkunjung dan akhirnya menuliskan pengalaman, permenungan, dan penggalian data dari berbagai sumber untuk dirangkum menjadi buku ini.