Amir Machmud
Mimbar Media Utama
160 halaman
-
Sinopsis:
Gaya jurnalistik masa kini boleh disebut memahkotakan kecepatan unggahan. Praktik berjurnalistik naratif, imajinatif yang indah akhirnya menjadi terkesampingkan. Wartawan sudah tidak punya cukup waktu lagi bermain-main dengan penikmatan keindahan teks.
Padahal, materi atau peristiwa sepenting apa pun, apabila ditulis dengan bahasa seadanya, maka fakta itu akan terkesan menjadi seadanya. Sebaliknya, apabila peristiwa sederhana ditulis dengan bahasa yang enak, runtut, bergaya, akan menjadi penting dan menarik perhatian pembaca.
Jurnalistik imaji dengan ciri khas kedalaman isi dan keindahan penyampaian tulisan, sejatinya tak boleh terpinggirkan oleh tren kebergegasan pengunggahan informasi dewasa ini, karena boleh jadi model-model itu yang akan menjadi pembeda kekuatan teks.